Jatim

Bromo Ditutup karena Kebakaran, Banyak Wisatawan Balik Kanan

Raphel Aziza | 9 Agustus 2026, 09:38 WIB
Bromo Ditutup karena Kebakaran, Banyak Wisatawan Balik Kanan
Bromo ditutup, wisatawan batal berkunjung. - Raphel Aziza/AKURAT.CO

AKURAT.CO, Wisata Bromo ditutup karena kebakaran. Para wisatawan membatalkan perjalanan, sementara sebagian lainnya harus mengubah tujuan wisata dan memilih lokasi alternatif.

Ade (31), sopir jip wisata asal Sukapura, Probolinggo, mengungkapkan sejumlah rombongan membatalkan perjalanan setelah mengetahui adanya penutupan kawasan Bromo. “Hari ini empat rombongan, empat mobil, sekitar 18 orang cancel,” ungkap Ade, Minggu (9/8/2026).

Ia menjelaskan, wisatawan yang sudah terlanjur datang tidak seluruhnya memilih pulang. Para wisatawan tersebut kemudian diarahkan untuk mengunjungi sejumlah destinasi yang masih bisa diakses, salah satunya Seruni Point.

Baca: Wisata Bromo Ditutup Total Demi Keselamatan Pengunjung di Tengah Kebakaran

Menurut Ade, penyesuaian perjalanan juga berdampak terhadap biaya yang telah dibayarkan wisatawan. Bagi wisatawan yang sebelumnya telah mengambil paket perjalanan penuh, sebagian biaya dikembalikan karena destinasi yang dituju tidak dapat dikunjungi.

“Kalau wisatawan sudah terlanjur pesan, kami arahkan ke Seruni Point. Kalau sudah bayar full trip, sebagian uang kami kembalikan,” jelasnya.

Ayu Firda (28), wisatawan asal Semarang mengaku kecewa lantaran perjalanan yang telah direncanakan dan dibayar penuh harus berubah akibat penutupan Gunung Bromo. Namun, ia memahami situasi tersebut dan memilih mengikuti arahan untuk mengunjungi lokasi wisata alternatif.

Baca: Kebakaran Semakin Meluas, Wisata Bromo Ditutup Total!

“Ya mau bagaimana lagi. Kami diarahkan ke Seruni Point dan Jembatan Kaca,” kata Ayu.

Sementara itu, Supriyanto, wisatawan lokal asal Kota Probolinggo, mengaku sudah berangkat menuju kawasan Bromo sebelum mengetahui adanya pembatasan akses. Sesampainya di lokasi, ia bersama rombongan tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata yang ditutup.

“Kami terlanjur berangkat, ternyata tidak diperbolehkan masuk,” ujarnya.

Karena tidak dapat melanjutkan perjalanan, Supriyanto akhirnya memilih menghabiskan waktu di sekitar lokasi yang masih dapat diakses. “Alhasil hanya bisa foto-foto di Apsasa Kafe ini. Tapi mau bagaimana lagi, kami juga memaklumi. Namanya juga musibah,” tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.