Jatim

Ratusan Siswa SMPN Kabuh Jombang Keracunan Usai Santap MBG

Eko Krisyanto | 4 September 2026, 08:24 WIB
Ratusan Siswa SMPN Kabuh Jombang Keracunan Usai Santap MBG
Ilustrasi

AKURAT.CO, Ratusan siswa SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG), Rabu (2/9/2026). Hingga Kamis (3/9/2026) siang, tujuh siswa masih menjalani rawat inap karena mengalami lemas dan membutuhkan rehidrasi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, mengatakan jumlah yang terdampak sebanyak 256 siswa. Data itu telah divalidasi hingga Kamis. Jumlah itu masih berpotensi bertambah karena pendataan dan pemantauan masih berlangsung.

“Sebanyak 256 ini, ada kemungkinan masih bergerak terus, nanti apakah ada yang masuk lagi di Puskesmas atau tidak,” kata Hexawan, dikutip dari Kabar Jombang, Kamis (3/9/2026).

Tujuh siswa yang masih dirawat, sebagian besar mengalami kondisi lemas dan saat ini mendapatkan rehidrasi. Hexawan menyebut kondisi mereka sudah membaik dan diperkirakan dapat segera pulang.

“Yang tujuh ini kondisinya lemas. Sebetulnya kondisinya sudah bagus, paling rehidrasi saja. Mungkin besok sudah pulang,” ucapnya.

Selain tujuh siswa yang menjalani rawat inap, sekitar 74 siswa masih mendapatkan perawatan rawat jalan di Puskesmas maupun klinik, termasuk Klinik Mitra Plus dan Klinik As-Syifa. Sementara siswa lainnya menjalani pengobatan secara mandiri.

Keluhan yang dilaporkan meliputi diare, mual, muntah, dan pusing. Gejala mulai dirasakan sejumlah siswa beberapa jam setelah mengonsumsi MBG. MBG terdiri dari nasi putih, udang saus Padang, tahu susu, tumis wortel dan sawi, brokoli, serta pepaya tersebut disantap siswa pada Rabu sekitar pukul 11.30 WIB. Keluhan kemudian mulai muncul pada sore hingga malam hari.

Hexawan mengatakan, pada awalnya sejumlah siswa menganggap keluhan yang dialami sebagai diare biasa. Namun, setelah pihak sekolah menghimpun laporan dan dilakukan pendataan oleh Dinkes, jumlah siswa yang mengalami keluhan diketahui cukup banyak.

“Jadi kejadiannya mulai dari kemarin, Rabu (2/9/2026). Awalnya orang menganggap diare biasa, tetapi setelah datanya dikumpulkan ternyata jumlahnya banyak,” jelasnya.

Polsek Kabuh melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab keracunan. Sampel makanan rencananya diuji laboratorium.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.