Jatim

Menhut Minta Semua Pihak Tak Berspekulasi Penyebab Kebakaran Bromo, Fokus Pemadaman

Raphel Aziza | 10 Agustus 2026, 14:12 WIB
Menhut Minta Semua Pihak Tak Berspekulasi Penyebab Kebakaran Bromo, Fokus Pemadaman
Menhut Raja Juli Antoni di Bromo. - Raphel Aziza/AKURAT.CO

AKURAT.CO, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meminta semua pihak tak berspekulasi penyebab kebakaran kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan lebih fokus pada upaya pemadaman. Menurutnya persoalan tersebut harus dibuktikan melalui proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum.

“Ya nanti kita serahkan kepada Gakkum ya, penegak hukum,” kata Raja Juli saat datang Bromo, Minggu (9/8/2026).

Baca: Menhut Bentuk Insident Commander untuk Padamkan Kebakaran Bromo

Ia menegaskan, dugaan pelanggaran tak dapat langsung disimpulkan hanya dari kondisi yang ditemukan di lokasi kebakaran. Dibutuhkan proses pemeriksaan untuk mengungkap bagaimana api pertama kali muncul hingga akhirnya meluas ke sejumlah kawasan.

Menhut meminta semua pihak fokus pada pemadaman kebakaran yang sudah meludeskan lebih dari 520 hektare hutan dan lahan. Apalagi pemadaman tak dapat berharap banyak pada Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam waktu dekat.

Baca: Kebakaran Hutan dan Lahan di Bromo Capai 520 Hektare

Ia megaku telah berkomunikasi dengan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui peluang dilakukannya OMC di kawasan Bromo. Namun, berdasarkan kajian teknis dan kondisi atmosfer, pelaksanaan OMC dalam 10 hari mendatang dinilai hampir tidak memungkinkan.

“Secara matematis, secara teknokratik dihitung, hampir mustahil 10 hari ke depan ada OMC, Operasi Modifikasi Cuaca,” ujarnya.

Baca: Kebakaran Semakin Meluas, Wisata Bromo Ditutup Total!

Karena itu, pemerintah memilih memaksimalkan metode pemadaman yang dapat dilakukan secara langsung. Dua strategi utama yang disiapkan yakni pengerahan pesawat untuk melakukan water bombing dan penguatan personel pemadam di darat.

“Jadi kita betul-betul mengandalkan satu, water bombing, yang kedua, pasukan darat,” tegasnya.

Baca: Kebakaran Hutan dan Lahan di Bromo karena Ulah Manusia

Tak hanya memperkuat personel dan peralatan, pemerintah juga menata sistem koordinasi penanganan kebakaran. Salah satunya dengan membentuk struktur Incident Commander khusus dalam operasi penanggulangan karhutla Bromo.

Raja menjelaskan, struktur tersebut dibuat agar seluruh pihak yang terlibat memiliki pola koordinasi dan pembagian tugas yang lebih jelas. Setiap persoalan yang muncul selama proses pemadaman diharapkan dapat segera ditangani melalui satu sistem komando.

“Tadi kita juga sudah rapat untuk membuat Incident Commander. Jadi dibuat struktur supaya pekerjaannya lebih teratur, lebih rapi, lebih terstruktur,” katanya.

Sistem tersebut juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara operasi darat dan udara. Termasuk dalam mendeteksi serta menangani titik-titik api baru sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Sebelumnya ada dugaan kuat kebakaran bertitik di perbukitan Blok Bantengan-Jantur, jalur lintasan tradisional yang menghubungkan Argosari dengan Ranupani, Lumajang, Senin (3/8/2026). Lokasi tersebut berada di punggungan bukit yang sulit dijangkau dan umumnya hanya dilalui warga setempat melalui jalur terabasan.

Diduga kuat ada warga tang berhenti saat cuaca dingin untuk membuat api unggun dan tak dipastikan padam sebelum ditinggalkan. Cuaca kering dan angin kencang mempercepat kobaran api membesar dan merambat ke area lain.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.