Jatim

Kebakaran Bromo Makin Sulit Dikendalikan, Api Melompati JLKT dan Titik Baru Bermunculan

Raphel Aziza | 8 Agustus 2026, 20:39 WIB
Kebakaran Bromo Makin Sulit Dikendalikan, Api Melompati JLKT dan Titik Baru Bermunculan
Kebakaran Bromo. - Istimewa

AKURAT.CO, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) makin sulit dikendalikan. Kobaran api meluas dan mulai mengarah ke Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di sekitar Blok Jantur.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengungkapkan perkembangan terbaru tersebut dalam laporan yang disampaikan pada Sabtu (8/8/2026) sore. Menurut Oemar, api di arah Blok Jantur berhasil melompati JLKT. Jika kondisi angin tetap kuat, kobaran diperkirakan segera bergerak menuju Lembah Watangan.

Baca: Kebakaran Bromo Capai 176 Hektare

“Barusan api dapat melompati JLKT di arah Blok Jantur dengan kuatnya angin. Diperkirakan tidak lama lagi akan sampai ke Lembah Watangan,” kata Oemar.

Pergerakan api melompati JLKT menjadi perkembangan penting dalam penanganan karhutla TNBTS. Jalur tersebut sebelumnya menjadi salah satu batas yang dapat memperlambat pergerakan api. Namun, kuatnya angin membuat kobaran mampu melewati jalur tersebut.

Ancaman juga datang dari kawasan Argowulan. Titik api yang muncul pada Sabtu siang dilaporkan justru semakin membesar hingga sore hari dan belum berhasil dipadamkan.

Baca: Kebakaran Hutan dan Lahan di Bromo karena Ulah Manusia

Dua perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa kebakaran tidak hanya bertahan di satu titik. Api terus mencari jalur baru, sementara petugas harus berpacu dengan kondisi medan dan arah angin yang sulit diprediksi. Hingga malam ini api terus berkobar.

BPBD Kabupaten Probolinggo memutuskan menutup pintu kunjungan ke kawasan TNBTS mulai Sabtu malam. Penutupan dilakukan dengan dua pertimbangan utama, yakni keselamatan pengunjung dan kelancaran operasi pengendalian kebakaran.

“Demi keselamatan dan kelancaran pengendalian, malam ini kami menutup semua pintu kunjungan sampai situasi dapat dikendalikan,” ujar Oemar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.