Jatim

Kebakaran Hutan dan Lahan di Bromo karena Ulah Manusia

Dhani Ramadani | 7 Agustus 2026, 20:15 WIB
Kebakaran Hutan dan Lahan di Bromo karena Ulah Manusia
Kebakaran Bromo. - Istimewa

AKURAT.CO, Teka-teki penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mulai terjawab. Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha memastikan kebakaran bukan dipicu faktor alam atau cuaca ekstrem, melainkan karena ulah tangan manusia.

"Kalau pastinya dari (tangan) manusia. Bukan dari alam." tegas Rudijanta, Jumat (7/8/2026).

Baca: Kebakaran Bromo Mulai Menjalar ke Puncak B29 Lumajang

Rudijanta menjelaskan titik awal kebakaran terdeteksi di perbukitan Blok Bantengan-Jantur, jalur lintasan tradisional yang menghubungkan Argosari dengan Ranupani, Lumajang. Menurutnya, lokasi yang diduga menjadi sumber api berada di punggungan bukit yang sulit dijangkau dan umumnya hanya dilalui warga setempat melalui jalur terabasan.

"Kemungkinan ada orang yang berhenti saat cuaca dingin untuk membuat api unggun yang tidak dipastikan padam sebelum ditinggalkan," ujar Rudijanta.

Baca: Kebakaran Savana Bromo Ancam Habitat Satwa Liar

Rudijanta menjelaskan cuaca kering memang mempercepat kobaran api membesar dan merambat ke area lain, tetapi bukan menjadi penyebab munculnya titik api pertama. Luas area terdampak hingga Jumat pagi diperkirakan telah mencapai lebih 120 hektare.

Upaya pemadaman terkendala karena titik api berada di lereng dan punggungan bukit yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Operasi water bombing mulai dilakukan pada Jumat (7/8) dengan mengerahkan dua helikopter milik TNI AL dan BNPB.

Baca: Kebakaran Bromo Sudah Capai 120 Hektare, Pemadaman Andalkan Helikopter Water Bombing

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan penanganan kebakaran sudah dilakukan secara terpadu. Ia mengatakan kobaran api mulai mengecil dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

"Terpantau api sudah tidak begitu besar. Tetapi harus segera ditangani supaya tidak meluas," ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.