Jatim

Kebakaran Bromo Sudah Capai 120 Hektare, Pemadaman Andalkan Helikopter Water Bombing

Eko Krisyanto | 7 Agustus 2026, 10:55 WIB
Kebakaran Bromo Sudah Capai 120 Hektare, Pemadaman Andalkan Helikopter Water Bombing
Kebakaran Bromo. - Raphel Aziza/AKURAT.CO

AKURAT.CO, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Kaldera Bromo di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), terus meluas diperkirakan telah mencapai sekitar 120 hektare. Saat ini masih ada beberapa titik api yang belum padam.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan titik api pada Jumat pagi relatif mengecil dibandingkan hari-hari sebelumnya. Namun beberapa vegetasi khas seperti cemara gunung, semak belukar, hingga akasia yang berada di lereng-lereng curam masih terus terbakar dan berpotensi meluas jika tidak segera ditangani.

Baca: Kebakaran Savana Bromo Ancam Habitat Satwa Liar

Rudijanta mengungkapkan setidaknya 120 hektare lahan hangus terbakar akibat kebakaran yang yang telah memasuki hari kelima ini. Menurut Rudijanta, kendala utama dalam proses pemadaman darat adalah topografi medan yang sangat ekstrem.

"Sudah ada 120-an hektare area yang terdampak. Banyaknya titik api yang berada di tebing-tebing terjal membuat personil gabungan tidak memungkinkan untuk melakukan penyisiran secara manual," kata Rudijanta dalam keterangan kepada awak media, Jumat (7/8/2026).

Baca: Dua Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla Bromo

Petugas gabungan menyiapkan helikopterwater bombing untuk memadamkan titik api di area lereng dan tebing yang sulit dijangkau. Saat ini helikopter untuk melakukan operasiwater bombingtelah berada di Lapangan Udara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang.

"Heli water bombing sudah persiapan di Bandara Malang," ungkap Rudijanta.

Sementara ratusan personel darat difokuskan untuk menyekat pergerakan api agar tidak meluas ke area sabana di bagian bawah. Petugas terus bersiap dan memantau pergerakan api yang sebelumnya sempat bergeser dari blok Bantengan dan Watu Gede hingga menuju ke arah Jandur, serta berada di bawah kawasan Jemplang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.