DPRD Kota Pasuruan Sidak Proyek Jembatan Buk Wedi, Pelaksana Targetkan Rampung September

AKURAT.CO, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pasuruan melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek penggantian Jembatan Buk Wedi di Jalan Ir H Juanda, Kota Pasuruan, pada Kamis (30/7/2026). Sidak untuk memastikan proses pengerjaan berjalan tepat waktu dan tepat mutu.
Suci Mardiko, Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan, menjelaskan pihaknya telah bertemu dan menerima penjelasan pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), kontraktor pelaksana, pengawas. Sejauh ini, katanya, proses pengerjaan telah melampaui target dari yang direncakan awal.
"Proyek ini diadakan salah satunya untuk menanggulangi dampak banjir, termasuk tidak mengurangi tugas PU yang lain (BBPJN, BPWS) mereka tetap ada yang namanya normalisasi rutin," katanya.
Foto: DPRD Kota Pasuruan sidak proyek penggantian Jembatan Buk Wedi Jalan Ir H Juanda, Kota Pasuruan.
"Harapannya ini berjalan sesuai dengan waktu yang direncakan, namun tetap harus menjaga kualitas yang baik. Nanti bertahap, di tahun 2027 rel kereta apinya juga naik (ditinggikan)," ucapnya.
Muhammad Munif, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan menambahkan Jembatan Buk Wedi selama ini menjadi sorotan, khususnya terkait banjir yang sering berujung penggalihan atau rekayasa arus lalu lintas. Hal itu berdampak, baik langsung maupun tidak langsung, pada kondisi Kota Pasuruan secara umum.
"Atas dasar itu Komisi III serius memantau perkembangan pembangunan jembatan Buk Wedi. Alhamdulillah berkat kerja keras semuanya akhirnya progresnya positif, bahkan sesuai keterangan PPK, pelaksana dan konsultan proyek memastikan bahwa uji beban InsaAllah akan di lakukan akhir Agustus sampai dengan awal September. Ini artinya pembangunan akan lebih cepat dari target yang ditawarkan yaitu bulan November," terangnya.
Dwi Bagus, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek tersebut mengungkapkan bahwa progres pengerjaan terhitung per hari Kamis, 30 Juli 2026 mengalami surplus atau mencapai 73 persen dari rencana target 69 persen. Ia menargetkan pada tanggal 10 September sudah bisa dibuka dan dilewati oleh kendaraan.
"Alhamdulillah selama proses pekerjaan selama ini tidak ada hambatan. Dan kami sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat, jajaran Forkopimda dan stakeholder terkait, yang telah mendukung sehingga kami bisa fokus pada percepatan pekerjaan," pungkasnya.
Proyek penggantian Jembatan Buk Wedi sekaligus pembuatan saluran drainase di area sekitar dan lainnya menelan anggaran Rp11 Miliar. Anggaran bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanjan Nasional (APBN) tahun 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kebakaran Padam, Kapan Wisata Bromo Dibuka?
- 2Upacara 17 Agustuaan Dilarang Digelar di Bromo Pascakebakaran
- 3Bromo Belum Buka Pascakebakaran, Mata Pencaharian Warga Jadi Perhatian
- 4Wali Kota Pasuruan Kukuhkan 74 Paskibraka
- 5Karhutla TNBTS Padam: Puncak Seruni Point Dibuka, Jembatan Kaca Siap Beroperasi Lagi
- 6Walikot Pasuruan Serahkan Remisi Napi hingga Beri Hadiah Bayi yang Lahir di HUT ke-81 RI
- 7Semangat Warga Pasuruan Upacara HUT RI di Gang Sempit
- 8Gelombang Perairan Pasuruan Landai, Aman untuk Melaut
- 9Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik Mulai 1 Maret 2026






