Jatim

Dinkes Kota Pasuruan Gencarkan Skrining Sistematis Tuberkulosis

Syukron Nuaim Hayat | 6 Juni 2026, 22:19 WIB
Dinkes Kota Pasuruan Gencarkan Skrining Sistematis Tuberkulosis
Dinkes Kota Pasuruan skrining Tuberkulosis. (Dok./Dinkes Kota Pasuruan)

AKURAT.CO, Dinas Kesehatan Kota Pasuruan menggencarkan program Skrining Sistematis Tuberkulosis (SSTB). Skrining berbasis komunitas di tingkat kelurahan ini untuk menekan angka kasus Tuberkulosis (TB) dan memutus rantai penularan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dr. Shierly Marlena menyatakan program ini merupakan langkah strategis untuk mendeteksi kasus TB decara dini, khususnya bagi kelompok rentan dan masyarakat yang memiliki riwayat kontak erat dengan penderita.

Sebagai tahap awal, program ini dilaksanakan di 10 kelurahan yang ditunjuk sebagai proyek percontohan (pilot project), sebelum nantinya diterapkan di seluruh kelurahan se-Kota Pasuruan.

“Tujuannya adalah untuk mendekatkan akses pemeriksaan kesehatan guna memutus rantai penularan kuman tuberkulosis serta memberikan obat pencegahan sehingga menurunkan potensi kesakitan di masyarakat,” kata Shierly dilansir dari ramapati.pasuruankota.go.id, Sabtu (6/6/2026).

Shierly mengatakan rangkaian pemeriksaan dilakukan secara terintegrasi dan sistematis, meliputi pemeriksaan kesehatan, skrining tanda dan gejala tuberkulosis hingga pemeriksaan penunjang menggunakan foto rontgen dada melalui fasilitas Mobile X-Ray bagi masyarakat berisiko.

Selain pemeriksaan medis, kegiatan tersebut juga diiringi edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan guna mencegah penularan TBC di lingkungan sekitar.

Jika hasil pemeriksaan kesehatan atau foto rontgen mengarah pada indikasi tuberkulosis, pasien akan mendapat pemeriksaan lab yang lebih spesifik.

“Apabila ditemukan masyarakat yang positif TBC, mereka akan langsung mendapatkan pengobatan yang cepat, tepat, dan tanpa dipungut biaya atau gratis,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Shierly menjelaskan bahwa sasaran utama program SSTB ini berfokus pada kelompok masyarakat berisiko tinggi, di antaranya warga yang tinggal serumah dengan penderita, orang bergejala klinis TBC, anak dengan kondisi gizi kurang atau gizi buruk, penderita Diabetes Melitus (DM), serta Orang dengan HIV (ODHIV).

Melalui program ini, diharapkan pencegahan dan penanganan pasien dapat berjalan lebih cepat dan optimal sehingga kualitas kesehatan masyarakat di Kota Pasuruan terus meningkat. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.