Dinkes Kota Pasuruan Gencarkan Skrining Sistematis Tuberkulosis

AKURAT.CO, Dinas Kesehatan Kota Pasuruan menggencarkan program Skrining Sistematis Tuberkulosis (SSTB). Skrining berbasis komunitas di tingkat kelurahan ini untuk menekan angka kasus Tuberkulosis (TB) dan memutus rantai penularan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dr. Shierly Marlena menyatakan program ini merupakan langkah strategis untuk mendeteksi kasus TB decara dini, khususnya bagi kelompok rentan dan masyarakat yang memiliki riwayat kontak erat dengan penderita.
Sebagai tahap awal, program ini dilaksanakan di 10 kelurahan yang ditunjuk sebagai proyek percontohan (pilot project), sebelum nantinya diterapkan di seluruh kelurahan se-Kota Pasuruan.
“Tujuannya adalah untuk mendekatkan akses pemeriksaan kesehatan guna memutus rantai penularan kuman tuberkulosis serta memberikan obat pencegahan sehingga menurunkan potensi kesakitan di masyarakat,” kata Shierly dilansir dari ramapati.pasuruankota.go.id, Sabtu (6/6/2026).
Shierly mengatakan rangkaian pemeriksaan dilakukan secara terintegrasi dan sistematis, meliputi pemeriksaan kesehatan, skrining tanda dan gejala tuberkulosis hingga pemeriksaan penunjang menggunakan foto rontgen dada melalui fasilitas Mobile X-Ray bagi masyarakat berisiko.
Selain pemeriksaan medis, kegiatan tersebut juga diiringi edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan guna mencegah penularan TBC di lingkungan sekitar.
Jika hasil pemeriksaan kesehatan atau foto rontgen mengarah pada indikasi tuberkulosis, pasien akan mendapat pemeriksaan lab yang lebih spesifik.
“Apabila ditemukan masyarakat yang positif TBC, mereka akan langsung mendapatkan pengobatan yang cepat, tepat, dan tanpa dipungut biaya atau gratis,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Shierly menjelaskan bahwa sasaran utama program SSTB ini berfokus pada kelompok masyarakat berisiko tinggi, di antaranya warga yang tinggal serumah dengan penderita, orang bergejala klinis TBC, anak dengan kondisi gizi kurang atau gizi buruk, penderita Diabetes Melitus (DM), serta Orang dengan HIV (ODHIV).
Melalui program ini, diharapkan pencegahan dan penanganan pasien dapat berjalan lebih cepat dan optimal sehingga kualitas kesehatan masyarakat di Kota Pasuruan terus meningkat. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemadaman Listrik Bergilir seJatim, PLN Berikan Penjelasan
- 2Sekolah Rakyat Probolinggo Tidak Menerima Murid Baru, 30 Siswa Digabung ke Pasuruan
- 3244 Rider Se-Jawa Adu Kecepatan di Suropati BMX Challenge 2026 Pasuruan - Jatim 3 Series
- 4Tol Gending-Besuki Beroperasi Akhir 2026
- 5Bus Tiara Mas Tabrak Truk di Tol Paspro, 1 Penumpang Tewas
- 6Sering Pemadaman Listrik Siang Hari, Perajin Mebel Kota Pasuruan Minta DPRD Panggil PLN
- 7Pegawai DKP3 Kota Probolinggo Curi Dua Traktor Bantuan Pusat
- 8Remaja Nganjuk Bacok Wanita karena Cinta Ditolak dan Ditinggal Menikah
- 955 Titik Ngecas Mobil Listrik di Tol Trans Jawa
- 10Diduga Punya Utang Ratusan Juta, Jenazah Warga Sampang Ditahan Pemakamannya oleh Emak-Emak





