Harga Beras, Daging Ayam, dan Telur Masih Tinggi, Disperindag Kota Pasuruan Ungkap Penyebabnya

AKURAT.CO, Harga sejumlah kebutuhan pokok masih bertahan tinggi selama lebih dari sepekan terakhir. Beras, telur ayam ras, daging ayam, hingga daging sapi belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan mengungkap, kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya harga dari sisi hulu, mulai dari gabah, distributor, hingga ternak.
Pantauan di Pasar Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, menunjukkan harga daging ayam ras masih bertahan di Rp35 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp31 ribu. Harga telur ayam ras juga masih berada di kisaran Rp24 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp21 ribu.
Di tengah kondisi tersebut, harga sayur mayur mulai berangsur membaik. Sejumlah komoditas yang sempat melonjak pada pekan lalu kini perlahan turun, meski sebagian masih belum kembali ke harga normal.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Pasuruan, Mulyono, mengatakan kenaikan harga terjadi di seluruh pasar tradisional di Kota Pasuruan dan telah berlangsung sekitar sepekan.
"Secara umum memang ada kenaikan harga di empat pasar yang ada di Kota Pasuruan. Komoditas yang mengalami kenaikan di antaranya beras, telur, daging sapi, termasuk daging ayam. Untuk hari ini harganya masih stabil, sama seperti kemarin atau sepanjang minggu ini," ujarnya.
Menurut Mulyono, setiap komoditas memiliki faktor pemicu yang berbeda. Harga beras naik karena harga gabah di tingkat petani meningkat sehingga harga perolehan beras ikut terdongkrak. Sementara harga telur dipengaruhi kenaikan harga dari distributor yang diperparah biaya distribusi dan transportasi.
Adapun harga daging sapi ikut terkerek akibat naiknya harga sapi hidup di tingkat peternak.
"Kalau daging sapi, memang harga sapinya yang naik. Sedangkan telur berasal dari kenaikan harga distributor. Beras juga dipengaruhi harga gabah yang sedang tinggi," jelasnya.
Untuk komoditas hortikultura, kondisi mulai berangsur normal. "Sementara untuk sayur mayur dan sejenisnya sekarang relatif stabil di harga normal. Minggu sebelumnya memang sempat naik, tetapi sekarang sudah turun kembali," pungkasnya.
Disperindag memastikan pemantauan harga akan terus dilakukan di empat pasar tradisional guna mengantisipasi gejolak pasokan dan distribusi yang berpotensi kembali mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kebakaran Padam, Kapan Wisata Bromo Dibuka?
- 2Upacara 17 Agustuaan Dilarang Digelar di Bromo Pascakebakaran
- 3Bromo Belum Buka Pascakebakaran, Mata Pencaharian Warga Jadi Perhatian
- 4Wali Kota Pasuruan Kukuhkan 74 Paskibraka
- 5Karhutla TNBTS Padam: Puncak Seruni Point Dibuka, Jembatan Kaca Siap Beroperasi Lagi
- 6Walikot Pasuruan Serahkan Remisi Napi hingga Beri Hadiah Bayi yang Lahir di HUT ke-81 RI
- 7Semangat Warga Pasuruan Upacara HUT RI di Gang Sempit
- 8Gelombang Perairan Pasuruan Landai, Aman untuk Melaut
- 9Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik Mulai 1 Maret 2026





