Jatim

Para Penjahit di Mojokerto Panen Order Seragam Sekolah

Dhani Ramadani | 8 Juli 2026, 09:02 WIB
Para Penjahit di Mojokerto Panen Order Seragam Sekolah
Menjelang dimulainya tahun ajaran baru menjadi berkah rezeki bagi sejumlah penjahit di Mojokerto. Para penjahit mengaku kebanjiran pesanan seragam sekolah. (Istimewa)

AKURAT.CO, Menjelang dimulainya tahun ajaran baru menjadi berkah rezeki bagi sejumlah penjahit di Mojokerto. Para penjahit mengaku kebanjiran pesanan seragam sekolah.

Seperti yang tampak aktivitas di rumah produksi milik Istia (43), penjahit asal Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Ribuan seragam sekolah untuk siswa Taman Kanak-kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) harus diselesaikan hingga akhir bulan ini.

Pesanan seragam tersebut mulai dikerjakan sejak Januari 2026 dan berasal dari lembaga pendidikan di tujuh kecamatan melalui Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI). Seluruh pesanan ditargetkan rampung pada akhir Juni agar dapat segera dibagikan kepada para siswa sebelum tahun ajaran baru dimulai.

Di tengah tingginya permintaan, Istia tidak bekerja sendiri. Ia memberdayakan delapan penjahit yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga di lingkungan sekitar. Sistem kerja yang diterapkan memungkinkan para penjahit membawa pekerjaan ke rumah masing-masing sehingga tetap dapat menjalankan aktivitas keluarga.

“Ada 8 orang, 1 orang proses jahit dikerjakan di sini, sementara 7 orang lainnya dikerjakan di rumah masing-masing. Pembuatan pola dan pemotongan kain saya kerjakan sendiri. Setelah itu baru dibawa pulang untuk dijahit. Mereka sudah lama membantu saya, jadi tidak perlu diawasi lagi karena sudah saling percaya,” ungkapnya, Kamis (9/7/2026).

Setiap hari puluhan hingga ratusan potong seragam dikerjakan. Seragam yang dibuat terdiri dari dua model, yakni kemeja lengan pendek untuk siswa TK dan kemeja lengan panjang lengkap dengan kerudung untuk siswi RA. Sementara jenis seragam yang diproduksi juga ada dua, yakni motif batik dan seragam warna biru putih.

Titin, salah satu penjahit di Pasar Tanjung Anyar mengatakan peningkatan order menjahit mulai dirasakan sejak akhir Juni lalu. Namun, permintaan meningkat signifikan sejak bantuan seragam gratis untuk peserta didik baru Kota Mojokerto dibagikan serentak 4-5 Juli.

"Awalnya permak saja, tapi sekarang banyak pesanan jahitan kain seragam,” ujarnya.

Permintaan jasa menjahit seragam datang dari peserta didik SD, SMP, hingga SMA/SMK. Praktis, Titin dan para penjahit lainnya hanya memiliki waktu yang relatif singkat untuk bisa menuntaskan jahitan seragam.

Untuk seragam, Titin mematok harga dari Rp 100 ribu hingga Rp 175 ribu per setel. Tergantung dari ukuran dan tingkat kerumitan dalam proses menjahit.

”Yang jelas omzet meningkat, tapi kalau jumlah saya nggak pernah menghitung. Pokoknya menerima pesanan langsung saya kerjakan,” urainya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.