Jatim

Satgas Sebut Stok dan Harga Pangan di Pasuruan Stabil Usai Lebaran

Eko Krisyanto | 1 April 2026, 10:53 WIB
Satgas Sebut Stok dan Harga Pangan di Pasuruan Stabil Usai Lebaran
Satgas Pangan Kabupaten Pasuruan cek pasar. (Istimewa)

AKURAT.CO, Satgas Pangan Kabupaten Pasuruan melakukan pemantauan stok dan harga sembako di pasar-pasar setelah Idulfitri. Satgas menyebut stok sembako aman dan harganya terkendali, bahkan beberapa komoditas cenderung turun.

Dari hasil pengecekan pada Selasa (31/3/2026), harga cabai rawit merah turun dari Rp68.000 menjadi Rp58.000 per kilogram. Cabai rawit hijau juga turun dari Rp40.000 menjadi Rp32.500 per kilogram. Sementara itu, cabai merah besar justru naik dari Rp27.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.

Untuk komoditas lain, bawang merah terpantau stabil di angka Rp34.500 per kilogram, sedangkan kacang hijau mengalami kenaikan tipis dari Rp23.000 menjadi Rp24.000 per kilogram.

Kanit II Pidek Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Eko Hadi Saputro, mengatakan penurunan harga cabai dipengaruhi mulai stabilnya distribusi pasokan dari daerah sentra produksi pasca-Lebaran. “Setelah lebaran pasokan cabai mulai stabil sehingga harga berangsur turun, terutama cabai rawit merah dan hijau. Untuk komoditas lain masih relatif aman dan terkendali,” ujarnya.

Secara umum, stok bahan pokok di pasar tradisional Bangil dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Meski demikian, fluktuasi harga masih terjadi pada beberapa komoditas tertentu.

Satgas Pangan juga mengingatkan pedagang dan distributor agar menjaga kelancaran distribusi serta tidak melakukan penimbunan yang dapat memicu lonjakan harga.

Satgas melakukan pengawasan secara berkala untuk menjaga stabilitas pangan masyarakat. Pengawasan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga akibat cuaca maupun dinamika pasokan dari daerah penghasil.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.