Mensos Targetkan 100 Ribu Siswa Sekolah Rakyat Tahun 2027

AKURAT.CO, Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf menargetkan siswa Sekolah Rakyat mencapai 100.000 pada tahun 2027. Saat ini siswa Sekolah Rakyat 45.000.
"Secara nasional pada tahun ajaran ini tercatat lebih dari 28 ribu siswa di jenjang SD, SMP, dan SMA, yang akan mengikuti pembelajaran tahun ini. Jika digabungkan dengan sekitar 15 ribu siswa aktif sebelumnya, maka jumlah peserta didik Sekolah Rakyat tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 45 ribu anak," kata Mensos saar meninjau kesiapan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kota Pasuruan, Jumat (17/7/2026).
"Tahun depan, jika semuanya berjalan dengan lancar sesuai rencana, kita menargetkan bisa menambah kuota hingga menampung lebih dari 100.000 siswa. Kita akan terus menyesuaikan dan mematangkan perencanaan. Kebutuhan SDM mulai guru, wali asrama, wali asuh, dan tenaga lain, kita akan rekrut," jelasnya.
Mensos meminta dukungan berbagai pihak. Ia meminta para kepala daerah memberikan bantuan operasional selama masa transisi.
"Karena gedung permanen sudah siap namun SDM operasional kami belum sepenuhnya lengkap, kami butuh backup untuk tenaga keamanan, petugas kebersihan, tukang masak, hingga dukungan guru pembina selama masa MPLS berjalan. Kami memohon dukungan ini setidaknya untuk tiga hingga enam bulan ke depan," ungkapnya.
Kepala daerah memiliki peran penting dalam menyukseskan program Sekolah Rakyat. Wali Kota, Bupati, maupun Gubernur merupakan bagian dari tim penyelenggara yang bertugas mendukung pelaksanaan program sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Terkait isuvkekurangan peserta didik di jenjang SD, Mensos menjelaskan kondisi tersebut hanya terjadi pada tingkat sekolah dasar. Sementara itu, jumlah pendaftar di jenjang SMP dan SMA justru melebihi kuota yang tersedia.
Secara nasional, jumlah pendaftar SD baru mencapai sekitar 6.000 siswa dari alokasi lebih dari 9.000 kuota. Namun demikian, ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir karena sistem penerimaan Sekolah Rakyat menerapkan konsep multi-entry multi-exit.
"Sistem pendaftaran kami menerapkan konsep multi-entry multi-exit. Artinya pendaftaran sangat fleksibel. Siswa baru masih diperbolehkan masuk pada Agustus maupun September selama memenuhi kriteria dan siap mengikuti pembelajaran. Kami mengutamakan asas fleksibilitas demi mengakomodasi hak belajar anak-anak," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kebakaran Padam, Kapan Wisata Bromo Dibuka?
- 2Upacara 17 Agustuaan Dilarang Digelar di Bromo Pascakebakaran
- 3Bromo Belum Buka Pascakebakaran, Mata Pencaharian Warga Jadi Perhatian
- 4Wali Kota Pasuruan Kukuhkan 74 Paskibraka
- 5Karhutla TNBTS Padam: Puncak Seruni Point Dibuka, Jembatan Kaca Siap Beroperasi Lagi
- 6Walikot Pasuruan Serahkan Remisi Napi hingga Beri Hadiah Bayi yang Lahir di HUT ke-81 RI
- 7Semangat Warga Pasuruan Upacara HUT RI di Gang Sempit
- 8Gelombang Perairan Pasuruan Landai, Aman untuk Melaut
- 9Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik Mulai 1 Maret 2026






