Jatim

Sekolah Dilarang Libatkan Alumni jadi Panitia MPLS

Syukron Nuaim Hayat | 13 Juli 2026, 17:12 WIB
Sekolah Dilarang Libatkan Alumni jadi Panitia MPLS
Ilustrasi.

AKURAT.CO, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Pasuruan, Erwan Tjahjono, menegaskan bahwa tidak ada perpeloncoan atau perundungan pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Sudah tidak ada lagi yang namanya perpeloncoan, bullying atau bentuk kegiatan yang mengarah pada tindak kekerasan,” katanya, Senin (13/7/2026).

MPLS dari jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK digelar 5 hari dimulai Senin hingga 4 hari ke depan punya slogan "Hari Baru, Aman, dan Nyaman di Sekolah".

Untuk mewujudkan MPLS yang “ramah”, Erwan menegaskan bahwa ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, seperti inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah-sekolah, sosialisasi hingga penindakan tegas jika ditemukan adanya aksi perpeloncoan maupun kekerasan saat MPLS.

“MPLS tidak memberikan tempat untuk pembulian dan perpeloncoan. Dengan begitu, sekolah bisa menjadi tempat yang ramah, aman, dan nyaman buat anak. Penyelenggara dilarang melakukan pungutan biaya atau pungutan dalam bentuk lainnya dan larangan lainnya,” imbuhnya.

Tak selesai sampai di situ, Erwan menegaskan bahwa sekolah dilarang melibatkan alumni sebagai penyelenggara MPLS, namun cukup dengan para siswa yang bergabung dalam kepengurusan OSIS maupun para dewan guru.

"Materi yang diberikan pun harus yang relevan dan mengandung banyak sisi positif, seperti gerakan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat, pagi ceria, sopan dan santun bermedsos, budaya senyum, salam dan sapa dan lainnya,” tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.