Jatim

Ratusan Santri Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit Diduga Keracunan MBG

Dhani Ramadani | 2 September 2026, 06:38 WIB
Ratusan Santri Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit Diduga Keracunan MBG
Para santri menjalani perawatan. - Istimewa

AKURAT.CO, Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, mengalami keracunan, Selasa (1/9/2026). Para santri diduga keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

KH Abdul Wahid Harun, Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam menjelaskan, peristiwa bermula setelah para santri menyantap makanan MBG selepas salat zuhur. Menurutnya, gejala tersebut awalnya dialami beberapa santri. Namun, jumlah santri yang mengalami mual dan muntah kemudian terus bertambah.

"Dimulai dari setelah salat Zuhur itu anak-anak makan. Kemudian setelah salat Asar anak-anak mulai mual-mual dan muntah-muntah,” kata Gus Wahid. “Satu per satu diantar ke rumah sakit. Kemudian jumlahnya tambah banyak dan tambah banyak,” lanjutnya.

Hingga Selasa malam jumlah santri yang mengalami keluhan mencaapai ratusan. Mereka merupakan santri tingkat SMP dan SMA atau setara Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

Puluhan ambulans keluar-masuk dari ponpes dengan membawa santri yang mengalami gejala keracunan. Penanganan santri yang keracunan saat ini di sejumlah fasilitas kesehatan.

Situasi di rumah sakit juga semakin ramai karena sejumlah wali santri datang untuk memastikan kondisi anak-anak mereka. Sementara area ponpes tampak dijaga ketat oleh personel TNI.

Ketua Asrama Wustha sekaligus Ketua Pondok Putra Ponpes Mambaul Hikam, Ferdiansyah, mengatakan gejala mulai terdeteksi sekitar pukul 16.00 WIB saat para santri mengikuti kegiatan belajar mengajar. Menurut Ferdiansyah, makanan MBG tersebut dikonsumsi para santri sekitar pukul 13.00 WIB. Beberapa jam kemudian, sejumlah santri mulai merasakan sakit perut dan mual hingga jumlah pasien di UKS melonjak pada sore hari.

“Pada pukul 16.20 WIB, laporan santri yang mengeluhkan sakit perut melonjak drastis di Unit Kesehatan Sekolah (UKS) masing-masing unit sekolah, baik MTs maupun MA,” kata Ferdiansyah.

Ferdiansyah menjelaskan, makanan yang dikonsumsi para santri merupakan pasokan program MBG untuk sekolah formal di lingkungan pesantren. Ia menegaskan makanan tersebut bukan berasal dari dapur umum internal pesantren.

“Kami luruskan kembali, ini murni dari kesalahan penyedia MBG (SPPG) Tanggulangin, bukan makanan dari internal pesantren. Harap digarisbawahi, ini makanan yang dikirim dari MBG,” tegasnya.

Ia menyebut paket makanan tersebut dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanggulangin yang berlokasi di sekitar perlintasan rel kereta api Kalitengah, Tanggulangin.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina menyebutkan untuk sementara ini ada total sebanyak 293 santri yang masih dirawat di 8 rumah sakit di Sidoarjo. 8 dari ratusan santri tersebut mengalami gejala berat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.